Dalam buku Stoicism and the Art of Happiness, Donald Robertson menjelaskan bahwa arete berarti menjalankan sifat dan esensi dasar manusia dengan cara yang sehat dan terpuji.
Dalam kerangka Stoisisme, arete bukan sekadar istilah moral. Ia menunjuk pada kualitas hidup ketika seseorang berfungsi sesuai peruntukkannya. Hidup yang dijalani dengan arete adalah hidup yang dijalani secara optimal, bukan hidup yang sekadar nyaman atau bebas masalah.
Arete dalam Bahasa Yunani Sehari-hari
Makna arete menjadi lebih jelas ketika dilihat dari penggunaan aslinya dalam bahasa Yunani. Istilah ini tidak hanya dipakai untuk manusia, tetapi juga untuk benda dan makhluk hidup lain.
Seekor kuda yang kuat, tangguh, dan mampu berlari cepat disebut memiliki arete. Bukan karena kuda itu bermoral, tetapi karena ia menjalankan fungsi alaminya dengan baik. Dalam bahasa modern, kuda seperti itu tidak disebut “bajik”, tetapi tetap dinilai unggul karena berfungsi sesuai esensinya.
Contoh ini menunjukkan bahwa arete bukan soal niat baik, tetapi soal kesesuaian antara potensi dan fungsi.
Arete sebagai Cara Hidup Manusia
Stoisisme mengambil konsep ini dan menerapkannya pada manusia. Hidup yang baik bukan ditentukan oleh kenyamanan eksternal, melainkan oleh sejauh mana manusia menjalankan kapasitas khasnya.
Dalam Stoisisme, kapasitas itu meliputi:
kemampuan berpikir rasional
kemampuan mengambil keputusan etis
kemampuan mengelola emosi dan dorongan
Hidup dengan arete berarti menggunakan ketiga kapasitas ini secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Hubungan Arete dan Ketenteraman Batin
Stoisisme tidak memisahkan kebajikan dari ketenangan hidup. Keduanya saling terkait.
Ketika seseorang:
bertindak selaras dengan nilai yang diyakini
tidak dikuasai emosi negatif yang merusak
menjalankan tanggung jawab tanpa menghindar
maka stabilitas batin muncul sebagai konsekuensi. Ketenteraman bukan tujuan langsung, melainkan hasil dari hidup yang dijalani secara tepat.
Dalam pandangan Stoik, hidup yang damai bukan dicapai dengan menghindari tantangan, tetapi dengan menghadapi kehidupan menggunakan kualitas karakter terbaik.
Mengapa Arete Menuntut Pemahaman Diri
Masalahnya, arete tidak bisa dijalankan tanpa kejelasan tentang esensi manusia itu sendiri. Seseorang tidak bisa hidup sesuai peruntukkannya jika tidak memahami apa yang menjadi kapasitas khasnya.
Karena itu, langkah awal menuju arete adalah refleksi tentang:
peran manusia sebagai makhluk rasional
tanggung jawab sosial yang melekat pada tindakan
batas antara kendali pribadi dan faktor eksternal
Tanpa pemahaman ini, kebajikan mudah berubah menjadi tuntutan abstrak tanpa arah praktis.
Arete sebagai Ukuran Hidup yang Baik
Stoisisme menawarkan ukuran hidup yang berbeda dari standar populer. Hidup yang baik tidak diukur dari seberapa banyak yang dimiliki, tetapi dari seberapa tepat seseorang menggunakan potensi dirinya.
Arete bukan janji hidup tanpa kesulitan. Ia adalah komitmen untuk tetap berfungsi secara optimal di tengah kondisi apa pun. Dari komitmen inilah ketangguhan, ketenangan, dan kejelasan arah hidup berkembang.