• Mei 12, 2026
  • 7 minutes read
  • 296 Views
The Art of Thinking Clearly

Sebagian besar manusia merasa dirinya berpikir secara rasional. Padahal banyak keputusan hidup justru dibentuk oleh bias yang bekerja diam-diam di dalam pikiran. The Art of Thinking Clearly karya Rolf Dobelli memperlihatkan bagaimana manusia sering terjebak pada ilusi sosial, emosi, ego, dan pola pikir otomatis yang membuat hidup bergerak ke arah yang sebenarnya tidak pernah dipilih secara sadar.

  • Mei 11, 2026
  • 7 minutes read
  • 283 Views
Hanacaraka

Aksara Jawa tidak hanya lahir sebagai alat tulis, melainkan sebagai struktur pemikiran yang menyimpan cara pandang manusia Jawa terhadap kehidupan, kehambaan, ego, harmoni, dan hubungan manusia dengan semesta.

  • Mei 08, 2026
  • 5 minutes read
  • 289 Views
Law of Attraction

Law of Attraction sering dipahami hanya sebagai teknik mendapatkan apa yang diinginkan. Padahal gagasan ini sebenarnya berbicara tentang hubungan antara pikiran, emosi, perhatian, dan kondisi psikologis manusia. Artikel ini mengacu pada pemikiran Andrew Kap dalam bukunya The Last Law of Attraction Book You'll Ever Need To Read mengenai bagaimana keadaan batin manusia memengaruhi pengalaman hidup.

  • Mei 06, 2026
  • 5 minutes read
  • 297 Views
Memanjat ke Ujung Bulu

Sebagian besar manusia perlahan kehilangan rasa heran terhadap dunia karena hidup berubah menjadi rutinitas yang terus berulang. Dunia Sophie menggunakan perumpamaan bulu kelinci untuk menjelaskan bagaimana filsafat sebenarnya adalah usaha manusia untuk kembali memandang kehidupan dengan kesadaran, rasa ingin tahu, dan keberanian menghadapi kematian.

  • Mei 06, 2026
  • 5 minutes read
  • 253 Views
Dunia Sophie

Banyak orang menganggap filsafat terlalu berat sebelum benar-benar mengenalnya. Dunia Sophie menunjukkan sesuatu yang berbeda. Pemikiran besar ternyata dapat dipahami ketika gagasan abstrak ditempatkan di dalam cerita, rasa ingin tahu, dan pengalaman manusia sehari-hari.

  • Mei 04, 2026
  • 5 minutes read
  • 454 Views
Neuroplasticity

Identitas manusia tidak sepenuhnya permanen. Melalui neuroplasticity, otak memiliki kemampuan untuk membangun ulang koneksi saraf berdasarkan pikiran, tindakan, emosi, dan pengalaman yang terus diulang.